banner 728x250
Bisnis  

Petani Milenial Deklarasikan Dukung Program 100.000 Sultan Muda Sumsel

HITMI Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Sumsel Babel, dan Sultan Muda Sumsel menggelar kegiatan bertajuk "Ngobrol Santai Petani Milenial Naik Kelas" di Continue Cafe, Palembang

HITMI Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Sumsel Babel,  Sultan Muda Sumsel, Ngobrol Santai Petani Milenial Naik Kelas,di Continue Cafe, Palembang

PALEMBANG,ORIENTALNEWS — Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, HITMI Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Sumsel Babel, dan Sultan Muda Sumsel menggelar kegiatan bertajuk “Ngobrol Santai Petani Milenial Naik Kelas” di Continue Cafe, Palembang. Acara ini diusung sebagai bagian dari langkah nyata untuk memajukan sektor pertanian lokal serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan target lahirnya 100.000 Sultan Muda Sumsel.

Dalam laporan pelaksanaannya, Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Wira Ardhi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar HITMI Sumatera Selatan untuk memperkuat semangat generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kegiatan ‘Ngobrol Santai Petani Milenial Naik Kelas’ ini merupakan ikhtiar HITMI Sumatera Selatan untuk memperkuat semangat generasi muda agar berani terjun, berinovasi, dan mengembangkan usaha di sektor pertanian. Kami membangun kolaborasi dengan pemerintah, perbankan, dunia usaha, dan seluruh stakeholder, sehingga bersama-sama kita dapat mewujudkan 100.000 Sultan Muda Sumsel yang mandiri, produktif, dan mampu membawa pertanian Sumatera Selatan semakin maju,” ungkap Muhammad Wira Ardhi.

Senada dengan hal itu, Ketua HITMI Sumsel, Gusti Ananda, dalam sambutannya menegaskan sejarah panjang Sumatera Selatan yang memiliki akar kuat di bidang perdagangan hasil bumi sejak masa Kedatuan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam. Menurutnya, bisnis masyarakat Sumsel pada dasarnya lahir dari tanah dan pertanian.
“Pertanian dan bisnis tidak bisa dipisahkan. Pertanian adalah hulunya, bisnis adalah jalan agar hasilnya bernilai,” ujar Gustia Ananda. Ia menyoroti tantangan petani saat ini di mana nilai tambah sering kali hilang karena hasil panen dijual mentah dengan harga murah. “Di situlah petani milenial harus mengambil peran: tidak hanya menanam, tetapi juga menjadi pengusaha, mengolah hasil panen, membangun kemasan, merek, dan pemasaran,” tegasnya.
Sebagai wujud komitmen nyata, dalam kesempatan tersebut Gustia selaku Ketua HITMI Sumsel juga secara simbolis memberikan data sebanyak 100 Petani Milenial untuk secara resmi bergabung menjadi bagian dari anggota Sultan Muda Sumsel.
Sementara itu, Jason Gunawan, S.Kom. (Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Pemberdayaan Pelaku Usaha Pemula dan Ekonomi Kreatif) menjelaskan bahwa Program 100.000 Sultan Muda merupakan program khusus yang disiapkan Bapak Gubernur Sumatera Selatan untuk membuka ruang dan kesempatan bagi generasi muda agar mampu menghadapi tantangan ekonomi dan masa depan yang dinamis.
“Khusus bagi petani milenial, Bapak Gubernur ingin mereka tidak hanya menjadi petani yang menghasilkan komoditas, tetapi naik kelas menjadi pengusaha pertanian, membangun usaha di kampung sendiri, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menjadi tuan di desa sendiri,” ujar Jason.
Dukungan nyata dari sektor perbankan juga disampaikan oleh Kepala Cabang Bank Sumsel Babel Kapten A. Rivai, Ahmad Ardiansyah. Ia menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel untuk memberikan kemudahan akses permodalan dan pendampingan keuangan bagi para petani muda.
“Bank Sumsel Babel siap hadir menjadi mitra strategis bagi para petani milenial dan agropreneur muda di Sumatera Selatan. Kami menyediakan berbagai skema pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program pendampingan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha pertanian. Kami ingin memastikan bahwa kendala permodalan tidak lagi menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mengembangkannya hingga bisnis mereka naik kelas,” ungkap Ahmad Ardiansyah.
Melalui Diskusi Interaktif ini, para peserta mendapatkan wawasan komprehensif terkait pengembangan bisnis, peluang pasar, akses permodalan usaha tani, serta strategi membangun jaringan yang kuat antar sesama petani milenial.

Writer: ArdiEditor: Ardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *