PALEMBANG, ORIENTALNEWS — Aroma dupa yang lembut berpadu dengan nyala kemerahan lilin-lilin besar menciptakan atmosfer yang sakral namun menenangkan. Di sudut kota Palembang, tepatnya di Kelenteng Hok Liong Tong Marga Lim, denyut kebersamaan berdetak lebih cepat dari biasanya. Pengurus dan umat kelenteng baru saja sukses merampungkan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Bu Kit Cun Ong dengan penuh khidmat.
Bagi warga Tionghoa setempat, perayaan tahunan ini bukan sekadar agenda ritual keagamaan rutin. Lebih dari itu, momentum ini menjelma menjadi ruang perjumpaan yang merajut kembali tali silaturahmi, mempererat kebersamaan, sekaligus memanjatkan asa demi keselamatan dan kesejahteraan bersama di tengah dinamika zaman.
Rangkaian Prosesi Sarat Makna Spiritual
Sejak pagi hari, kesakralan sudah terasa di dalam ruang utama kelenteng. Para pengurus bersama umat tampak khusyuk mengikuti satu demi satu prosesi ibadah tradisional yang diwariskan oleh para leluhur.
Kegiatan sakral ini diawali dengan prosesi sembahyang Ceng Keng yang sarat akan penghormatan. Ritual kemudian berlanjut dengan prosesi Ciok Siu dan Khokun, di mana umat memanjatkan doa-doa terbaik dengan penuh ketulusan. Setiap gerakan ritual mencerminkan rasa syukur atas berkah kehidupan yang telah diterima sekaligus permohonan perlindungan ke masa depan.
Ketua Kelenteng Hok Liong Tong Marga Lim, Adin, yang didampingi oleh Wakil Ketua Ferry serta Humas Nielson, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah tersebut dirancang untuk dijalankan secara khidmat. Namun, di balik kekhusyukan ritual, ada kehangatan humanis yang senantiasa dijaga.
Sebagai penutup dari rangkaian acara, para pengurus menggelar kegiatan makan bersama. Suasana cair, penuh canda, dan keakraban tampak jelas melebur di antara umat yang hadir, menghapus sekat-sekat kesibukan sehari-hari.
Menyalakan Harapan dan Merawat Warisan Leluhur
Di sela-sela perayaan yang hangat tersebut, Wakil Ketua Kelenteng Ferry membagikan pesan serta harapan mendalam bagi seluruh masyarakat, khususnya umat di lingkungan Marga Lim. Ia berharap perayaan ini mampu membawa energi positif bagi kehidupan setiap individu yang hadir. “Melalui perayaan ini, kami berharap tradisi leluhur terus terjaga sekaligus membawa berkah, kesehatan, dan kesejahteraan bagi seluruh umat di Marga Lim,” ujar Ferry penuh harap.
Para pengurus juga mendoakan agar seluruh umat senantiasa diberikan kesuksesan, kesehatan yang prima, kemakmuran, serta mampu hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan ke depannya.
Perayaan HUT Dewa Bu Kit Cun Ong di Kelenteng Hok Liong Tong Marga Lim sekali lagi menegaskan betapa pentingnya menjaga warisan budaya dan spiritual. Di tengah modernisasi Kota Palembang, kelenteng ini tidak hanya berdiri sebagai rumah ibadah, melainkan juga sebagai simbol nyata dalam merawat harmoni sosial, merajut kebersamaan, dan merayakan nilai-nilai kemanusiaan.













