PALEMBANG, ORIENTALNEWS — Di tengah langit Kota Palembang yang kerap diselimuti kekhawatiran akibat ancaman kabut asap, secercah harapan dan ketenangan batin dipanjatkan dari sudut kota di kawasan Persatuan Sako.
Selasa (6/10/2026), Kelenteng Kang Hu mendadak khidmat dipadati ratusan umat. Bukan sekadar merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) 3 Dewa Utama—Dewa Kang Hu, Tiu Hu, dan Oeyhu Tualang—perayaan tahun ini membawa misi kemanusiaan dan spiritual yang mendalam: mengetuk pintu langit agar musibah kabut asap yang kerap melanda Sumatera Selatan segera sirna.

Ritual Khidmat di Tengah Tantangan Musim
Rangkaian perayaan sakral ini sejatinya telah dimulai sejak Senin (5/10/2026) melalui ritual pembersihan diri atau Ciasin. Puncaknya pada hari Selasa, suasana semakin khidmat tatkala umat bergantian mengikuti rangkaian ritual lanjutan seperti Ceng Keng, Cut Leng, Ciok Siu, dan Khokun.
Meski dikemas meriah dan penuh kekeluargaan—bahkan dilengkapi hiburan karaoke bagi umat yang ingin bernyanyi bersama usai bersembahyang—fokus utama perayaan kali ini tertuju pada doa bersama untuk keselamatan lingkungan.

Ketua Kelenteng Kang Hu, Hendra, yang didampingi oleh Micheal Wijaya, S.M., mengungkapkan bahwa perayaan figur dewa utama yang disemayamkan di cetya ini rutin digelar setiap tahun. Namun, situasi alam tahun ini menuntut perhatian khusus dalam setiap doa yang dipanjatkan.
“Khusus untuk Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, kami juga berdoa dan berharap semoga musibah kabut asap bisa segera berakhir,” ujar Hendra dengan penuh pengharapan.
Solidaritas Lintas Kelenteng untuk Sumsel
Nuansa kebersamaan tampak semakin kental dengan hadirnya para tokoh Tionghoa dan pimpinan rumah ibadah lainnya. Terlihat ratusan umat memadati area kelenteng, berdampingan bersama Ketua Kelenteng Liong Toh Kiong Marga Theng Haiti serta Ketua Kelenteng Why Shai Tian, Ferry Ming.
Kehadiran para tokoh lintas kelenteng ini memperkuat pesan kebersamaan. Doa yang dilangitkan bukan sekadar memohon kemakmuran dan kesehatan pribadi bagi umat, melainkan sebuah seruan kolektif agar bumi Sumatera Selatan kembali bernapas lega tanpa kepungan asap.
Dari balik dupa yang mengepul harum di Kelenteng Kang Hu, terselip asa yang sama dari masyarakat Palembang: agar langit biru kembali membentang, dan udara segar lekas menyapa kembali kehidupan warga Bumi Sriwijaya.













