ORIENTALNEWS – Brigadir Jenderal Polisi Rony Samtana resmi ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan. Pengangkatannya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bernomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026.
Promosi ini menjadi catatan karier yang linier, mengingat sebelumnya Rony menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) di provinsi yang sama. Ia menggantikan Irjen Pol Sandi Nugroho yang mendapat penugasan baru.
Rekam Jejak Reserse dan Penugasan Kewilayahan
Lahir dan ditempa sebagai perwira Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996, Rony Samtana memiliki latar belakang keahlian yang kuat di bidang reserse. Kemampuannya dalam penegakan hukum dan manajemen penyelidikan teruji melalui berbagai penugasan strategis di tingkat resor hingga markas besar.
Pada fase kepemimpinan kewilayahan, Rony tercatat pernah memegang tongkat komando sebagai Kapolres Tapanuli Selatan. Kinerjanya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Utara membawanya pada promosi jabatan yang lebih spesifik di bidang reserse. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumatera Utara, sebuah posisi yang menuntut penanganan kejahatan kerah putih, siber, korupsi, hingga kejahatan lingkungan hidup.
Karier di Bareskrim dan Penguasaan Teritorial Sumsel
Keberhasilannya di tingkat daerah menarik perhatian Mabes Polri. Rony kemudian ditarik ke pusat untuk menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu (Wadirtipidter) Bareskrim Polri. Di posisi ini, ia banyak terlibat dalam pengawasan dan penindakan kejahatan yang berkaitan dengan sumber daya alam, lingkungan hidup, dan tindak pidana tertentu lainnya.
Pengalaman panjang Rony di wilayah Sumatera kembali diandalkan saat ia dipromosikan menjadi Wakapolda Sumatera Selatan pada akhir 2023. Selama menjabat sebagai orang nomor dua di Polda Sumsel, Rony terbukti mampu menjaga harmonisasi internal dan bersinergi dalam mengelola keamanan wilayah yang memiliki tantangan spesifik, seperti pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penanganan konflik agraria, serta pengamanan sumber daya alam.
Kini, penunjukan Rony Samtana sebagai Kapolda Sumatera Selatan dinilai sebagai langkah strategis dari Kapolri. Penguasaannya terhadap karakteristik teritorial, demografi, dan peta kerawanan tindak pidana di Sumatera Selatan memastikan tidak adanya masa adaptasi yang panjang, sehingga estafet kepemimpinan pengamanan di Bumi Sriwijaya tersebut dapat langsung berjalan efektif.













