PALEMBANG,ORIENTALNEWS – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumatera Selatan kembali menggelar perayaan Mooncake Festival 2026 dengan mengusung tema “Mooncake: The Principle of Reunion” di Palembang Indah Mall, Minggu (20/9/2026). Acara ini sukses menarik perhatian masyarakat dan menjadi ajang penting untuk mempererat kebersamaan serta menjaga kelestarian budaya.
Ketua PSMTI Sumsel, Joni Kesuma, menjelaskan bahwa perayaan Festival Kue Bulan ini tidak hanya sekadar tradisi kuliner atau pameran semata. Inti dari perayaan tersebut adalah momen berkumpul bersama keluarga, mempererat tali silaturahmi dengan kerabat, serta memperkokoh kerukunan antar-sesama warga.
Di wilayah seperti Tiongkok, Taiwan, dan kawasan Asia lainnya, Festival Kue Bulan merupakan salah satu perayaan terbesar selain Tahun Baru Imlek. Nuansa kehangatan tersebut turut dihadirkan di Palembang melalui kehadiran para tokoh masyarakat Tionghoa, perwakilan dewan, ketua paguyuban, serta generasi muda yang mengenakan pakaian tradisional Tionghoa yang meriah.
Harapan untuk Generasi Muda
Selain memperkuat ikatan kekeluargaan, pihak penyelenggara juga menyampaikan pesan penting bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Diharapkan agar generasi muda dapat terus mencontoh dan melestarikan nilai-nilai persatuan yang diwariskan oleh para senior dan leluhur.
Melalui perayaan yang penuh kehangatan ini, PSMTI Sumatera Selatan berharap tali silaturahmi, kerukunan, dan kepedulian sosial antar-warga di Palembang akan terus terjalin erat dari generasi ke generasi. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Bintang Theng SH MH, menyampaikan bahwa acara tahunan ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik dan sarat akan nilai budaya.
Rangkaian Kegiatan Festival
Festival yang berlangsung meriah ini dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu:
Sesi Siang Hari:
Lomba fashion show kategori A khusus untuk anak-anak.
Lomba fashion show kategori B khusus untuk remaja.
Sesi Malam Hari:
Pertunjukan barongsai yang memukau.
Penampilan musik tradisional seperti Guzheng dan Arpa.
Acara ramah tamah Mooncake Festival.
Lomba menyanyi lagu Mandarin serta kegiatan makan kue bulan bersama.
Makna dan Tradisi
PSMTI Sumsel secara konsisten mengadakan perayaan Mooncake Festival setiap tahunnya sebagai bentuk pelestarian budaya serta mempererat kebersamaan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan unjuk bakat bagi anak-andak hingga remaja, tetapi juga memperkuat makna kebersamaan dalam tradisi kue bulan di tengah masyarakat Palembang.
Pantuan Koran ini selain di hadiri oleh ketua, pengurus PSMTI Sumsel, koko cici juga dihadiri beberapa tokoh Tionghoa diantaranya adalah Akien, Ken Krismadi, Thomas Handy dan ketua Permabudhi Sumsel Izen(sep)













