PALEMBANG, ORIENTALNEWS – Langit Palembang pada Sabtu, 5 September 2026, menjadi saksi bisu kembalinya gelora masa muda dari puluhan tahun silam. Ikatan Alumni SMA Xaverius (Ikarius) II Palembang angkatan 1976 menggelar perayaan reuni emas memperingati 50 tahun kebersamaan mereka. Bukan sekadar ajang temu kangen biasa, perayaan setengah abad ini diwarnai dengan napak tilas penuh haru, menyusuri kembali lorong-lorong waktu tempat mereka merajut asa di masa remaja.
Menghidupkan Kembali Memorabilia di SMA Bangau
Rangkaian acara dimulai dengan bernostalgia di kompleks sekolah bersejarah yang kini dikenal sebagai SMA Xaverius I Palembang—dahulu masyhur dengan sebutan SMA Bangau. Di sinilah pada dekade 1970-an para alumni menimba ilmu, menertawakan kenakalan remaja, dan memupuk mimpi-mimpi besar.
Suasana langsung cair ketika para alumni beranjak menyusuri setiap sudut sekolah. Tawa renyah pecah saat mereka saling menggoda mengenai memori duduk di bangku kelas atau kenangan bersama guru tercinta.
Kehadiran sosok guru tercinta, Paikun, menjadi magnet emosional tersendiri dalam reuni ini. Kehadiran beliau menegaskan bahwa ikatan antara guru dan murid melampaui batas ruang dan waktu. Paikun sendiri menyampaikan apresiasinya yang mendalam terhadap kegiatan ini.
”Iya, bisa mempererat silaturahmi,” ujar Paikun singkat namun sarat makna, mewakili kebanggaannya melihat kesuksesan para anak didiknya.
Menyusuri Sungai Musi dan Malam Keakraban
Usai bernostalgia di almamater, kemeriahan berlanjut ke ikon kebanggaan Bumi Sriwijaya. Para alumni berlayar menyusuri Sungai Musi menggunakan kapal pesiar Putri Kembang Dadar. Diiringi semilir angin sore dan panorama jembatan Ampera yang megah, memori masa muda semakin hanyut dalam obrolan hangat lintas daerah.
Puncak kehangatan malam itu ditutup dengan jamuan makan malam bersama di Resto Bukit Golf Palembang. Di bawah temaram lampu malam, para alumni yang kini telah menetap di berbagai penjuru nusantara melepas rindu yang telah tertahan bertahun-tahun.
50 Tahun Menjaga Asa Lewat Tema “Emas Kebersamaan”
Ketua Panitia Reuni, Tansil, mengungkapkan bahwa perhelatan emas ini memiliki makna yang amat historis bagi angkatan mereka. Menariknya, ini adalah kali keempat mereka menggelar reuni besar.
”Untuk angkatan 1976 ini sudah 4 kali melakukan reuni. Pertama hingga ketiga digelar di Pulau Jawa, dan yang keempat ini digelar di Palembang,” ungkap Tansil. “Keempat ini sangat spesial karena sudah 50 tahun dan kita bisa berkunjung kembali ke Palembang serta sekolah kita dulu.”
Ia menambahkan, esensi utama dari perhelatan setengah abad ini dirangkum dalam sebuah tema yang sarat nilai kekeluargaan: “Emas adalah kebersamaan: eratkan rangkulan, sapa rindu dan kenang masa lalu.”
Reuni emas Ikarius 1976 membuktikan bahwa usia senja bukanlah halangan untuk merawat persahabatan. Setengah abad berlalu, ikatan yang ditempa di bawah naungan almamater terbukti tetap kokoh, abadi selayaknya logam mulia yang menjadi tema hari itu.



